Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tangguh
Kebiadapan Manusia Terhadap Orang Utan
Mungkin tidak sedikit dari kita pernah lihat foto-foto seperti dibawah ini, dimana satwa langka yang dilindungi diperlakukan kurang baik, kalau manusiawi rasanya kurang tepat karena mereka hewan, tapi apakah karena alasan itu lalu manusia berhak sewenang wenang memperlakukan mereka, apalagi satwa yang sangat langka dan dilindungi.

Seperti dikutip dari Daily Mail edisi terbaru, dilaporkan seekor anak orang utan dan induknya diperlakukan sangat keji di sebuah daerah di Kalimantan Tengah tepatnya di dekat sungai Pinyuh. Binatang langka yang mestinya dilindungi ini diikat dan dijadikan bahan tontonan setelah oleh warga setempat satwa langka ini berhasil ditangkap karena dikuatirkan akan bisa menggangu lahan mereka.

Nah siap yang salah, warga yang punya lahan, atau manusia yang serakah merambah tempat tinggal orang utan? Seperti diketahui bersama maraknya ilegal logging dan deforestasi hutan besar-besaran sangat mengancam habitat satwa langka yang hampir punah. Eksploitasi hutan dengan alasan ekonomi seolah dibenarkan walau tak memperhatikan kaidah kelangsungan hidup satwa dan sumber daya hayati lainnya.

Terlihat dalam foto-foto ini kegiatan illegal logging yang masih terjadi dan seolah dibiarkan terjadi oleh aparat berwenang. Juga terlihat sisa-sisa penggundulan hutan besar-besaran dengan dalih pembukaaan lahan pertanian di lahan gambut di Kalimantan Tengah di masa pemerintahan Orde Baru yang kini mangkrak tak terurus, betapa hebatnya kerusakan hutan kita sekarang.

Lalu apa yang kita tinggalakan sebagai warisan bagi anak cucu kita kelak? Kemana pemerintah kita saat semua ini terjadi, diam seribu bahasa, atau membiarkan oknum-oknum aparatur negara ikut terlibat dalam kejahatan lingkungan hidup?


Begitu Miris melihatnya............
Jangan Sampai Komodo Tersingkir di 7 wonders
Komodo yang kini habitat satu-satunya di
dunia hanya di NTT itu tidak tahu tentang pemilihan ini, dan Komodo
tidak meminta baju baru. Tapi jika Komodo terpilih, banyak masyarakat
yang akan sejahtera. "Masyarakat di sekitar Komodo yang akan menerima
dampak positifnya. Bisa saja orang datang sebelum ke Komodo bisa lewat
Jakarta, lewat Bali, lewat NTB baru ke Komodo. Ini kan banyak yang
untung. Pariwisata kita bangkit. Saat ini, kunjungan wisatawan ke Komodo
hanya sekira 100 orang per hari, kalau terpilih tentu akan meningkat
lagi. Kalau misalnya yang berkunjung 1000 orang per hari saja, kita akan
untung, ekonomi masyarakat akan meningkat,
Cukup mudah bagi kita untuk mendukung Komodo agar bisa masuk ke 7 keajaiban dunia,cukup SMS Caranya ketik: Komodo dan kirim ke 9818.
Mulai tanggal 15 Oktober pukul 00:00, biaya SMS-nya cuma 1 rupiah.yang tadinya Rp1.000 per SMS, kini
tinggal satu rupiah saja. Mari kita menyumbang 1 rupiah untuk
kemenangan Komodo,jangan sampai seperti nasib Candi Borobudur Banggaan kita yang tersingkir dari pemilihan dahulu,saingan komodo cukup berat dan sekarang posisi Komodo masih menduduki nomer 11 diantara 28 kandidat,buruan dukung batas akhir dukungan tanggal 11 november 2011 jd cepat SMS atau kunjungi langsung www.new7wonders.comJuan Sebastian Veron Pensiun Akhir Oktober
Mantan bintang Lazio dan gelandang timnas Argentina, Juan Sebastian Veron memutuskan untuk pensiun dari dunia si kulit bundar.
Pemain yang juga pernah membela Manchester United ini bakal absen setelah menyelesaikan pertandingan terakhirnya pada 31 Oktober nanti ketika timnya saat ini Estudiantes menghadapi Racing Club.
Veron yang saat ini berumur 36 tahun ini memulai karirnya tim junior Estudiantes pada 1993, kemudian pada tahun 1994 Veron promosi ke tim senior hingga 1996.
Setelah itu, Veron berkelana dari satu klub ke klub lainnya, tercatat tujuh klub pernah dibelanya sejak meninggalkan Estudiantes. Boca Juniors, Sampdoria, Parma, Lazio, Manchester United, Chelsea dan Internazionale pernah merasakan servisnya.
Di Tim Tango, Veron dipanggil pertama kali pada gelaran Piala Dunia 1998 di Prancis, di mana Argentina gagal melaju ke babak final setelah disingkirkan oleh Belanda di babak quarter-final.
Pada 26 Agustus 2010, Veron memutuskan untuk pensiun dari timnas, namun, ketika Argentina dilatih oleh Alejandro Sabella, Veron dan Juan Roman Riquelme kembali dipanggil.
Sumber: Bola.net
Penipuan Pulsa Semakin Marak (The Toll Fraud Rampant)
Sumber Detik News :
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dan Bareskrim Mabes Polri bergerak cepat untuk mendalami tindak pencurian pulsa melalui layanan SMS yang marak belakangan ini. Mereka akan bertemu 11 Oktober mendatang.
"Hari Selasa kita akan bertemu dengan BRTI, Menkominfo dan Bareskrim Polri. Kita akan mencermati lebih dalam siapa yang melakukan pencurian pulsa," kata Menkominfo Tifatul Sembiring usai mengikuti rapat 'Tindak Lanjut Indonesia sebagai Ketua ASEAN'.
Tifatul mengatalkan itu di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2011).
Menurut Tifatul, pencurian atau penyedotan pulsa secara ilegal merupakan tindakan kriminal. Terhadap operator telepon seluler, pihaknya akan memberikan sanksi bila terbukti melakukan tindakan tersebut.
"Jelas dong ada sanksi, ada perjanjian kita. Kemarin para operator menjamin tidak ada dalam artian itu bukan bagian dari bisnis mereka," ucap Tifatul.
Sejauh ini, lanjut dia, BRTI menerima 9.000 laporan masyarakat melalui nomor pengaduan 159. 90 Persen sudah ditindaklanjuti, dan sebanyak 60 content provider yang nakal. Para content provider yang di-blacklist ini tidak boleh lagi menjalin bisnis dengan operator.
Tifatul mengungkapkan,jumlah kerugian akibat tindak pidana pencurian pulsa itu sangat besar. "Misal mereka potong Rp 1.000-2.000, untuk lapor kepolisi barangkali males ya. Tapi angkanya jutaan, miliaran juga. Jadi kita akan kaji lebih dalam," tuturnya.
"Hari Selasa kita akan bertemu dengan BRTI, Menkominfo dan Bareskrim Polri. Kita akan mencermati lebih dalam siapa yang melakukan pencurian pulsa," kata Menkominfo Tifatul Sembiring usai mengikuti rapat 'Tindak Lanjut Indonesia sebagai Ketua ASEAN'.
Tifatul mengatalkan itu di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2011).
Menurut Tifatul, pencurian atau penyedotan pulsa secara ilegal merupakan tindakan kriminal. Terhadap operator telepon seluler, pihaknya akan memberikan sanksi bila terbukti melakukan tindakan tersebut.
"Jelas dong ada sanksi, ada perjanjian kita. Kemarin para operator menjamin tidak ada dalam artian itu bukan bagian dari bisnis mereka," ucap Tifatul.
Sejauh ini, lanjut dia, BRTI menerima 9.000 laporan masyarakat melalui nomor pengaduan 159. 90 Persen sudah ditindaklanjuti, dan sebanyak 60 content provider yang nakal. Para content provider yang di-blacklist ini tidak boleh lagi menjalin bisnis dengan operator.
Tifatul mengungkapkan,jumlah kerugian akibat tindak pidana pencurian pulsa itu sangat besar. "Misal mereka potong Rp 1.000-2.000, untuk lapor kepolisi barangkali males ya. Tapi angkanya jutaan, miliaran juga. Jadi kita akan kaji lebih dalam," tuturnya.
Sumber Tempo interaktif :
Korban pencurian pulsa lewat SMS, Mochamad Feri Kuntoro, kembali menyambangi Polda Metro Jaya siang ini. Kedatangannya kali ini untuk melengkapi berkas sebelumnya. "Hanya untuk melengkapi berkas kemarin, yakni transkip tagihan bulanan saya ke operator," katanya di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kamis, 6 Oktober 2011.
Dalam laporan Polisi Nomor: TBL/3409/ X/2011/PMJ/Dit Reskrimum, Feri mengadukan dugaan tindak pidana yang melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektonik (ITE) dan UU tentang perlindungan konsumen.
Berkas tagihan telepon pascabayar yang diserahkan siang ini tercatat adanya biaya tagihan dari konten provider tersebut. "Ada bukti tagihan dari provider, bahkan sampai ratusan ribu rupiah," ujar dia.
Feri melaporkan konten operator seluler (provider) yang mengirimkan pesan pendek berisi undian berhadiah ataupun promosi. Sekali sms dikenai biaya sebesar Rp 2.000. Tanpa berpikir panjang, dia pun langsung mendaftarkan diri (registrasi) melalui pesan pendek berdasarkan format tulisan ke nomor konten provider "9133".
Namun yang terjadi setelah pendaftaran ia terus dikenai biaya potongan pulsa premium sebesar Rp 2.000 setiap terima pesan dari nomor 9133. Kerugian akibat pemotongan biaya pulsa mencapai Rp 150 ribu per bulan sejak Maret hingga Oktober 2011.
Korban sempat mendatangi Grapari Telkomsel untuk menghentikan konten berlangganan tersebut. Namun pihak operator tersebut tidak bisa menghentikannya
Dalam laporan Polisi Nomor: TBL/3409/ X/2011/PMJ/Dit Reskrimum, Feri mengadukan dugaan tindak pidana yang melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektonik (ITE) dan UU tentang perlindungan konsumen.
Berkas tagihan telepon pascabayar yang diserahkan siang ini tercatat adanya biaya tagihan dari konten provider tersebut. "Ada bukti tagihan dari provider, bahkan sampai ratusan ribu rupiah," ujar dia.
Feri melaporkan konten operator seluler (provider) yang mengirimkan pesan pendek berisi undian berhadiah ataupun promosi. Sekali sms dikenai biaya sebesar Rp 2.000. Tanpa berpikir panjang, dia pun langsung mendaftarkan diri (registrasi) melalui pesan pendek berdasarkan format tulisan ke nomor konten provider "9133".
Namun yang terjadi setelah pendaftaran ia terus dikenai biaya potongan pulsa premium sebesar Rp 2.000 setiap terima pesan dari nomor 9133. Kerugian akibat pemotongan biaya pulsa mencapai Rp 150 ribu per bulan sejak Maret hingga Oktober 2011.
Korban sempat mendatangi Grapari Telkomsel untuk menghentikan konten berlangganan tersebut. Namun pihak operator tersebut tidak bisa menghentikannya
Sumber okezone :
DEPOK - Maraknya pencurian pulsa yang dialami masyarakat dinilai semakin merugikan konsumen. Karena itu, para akademisi dan mahasiswa di Depok, Jawa Barat berinisiatif mendirikan posko pengaduan pencurian pulsa.
Sedikitnya sudah lebih dari 150 masyarakat yang mengadu di posko tersebut. Rata-rata konsumen mengalami pencurian pulsa untuk semua operator selular.
Koordinator Posko Pengaduan Pencurian Pulsa di Cimanggis, Depok, Rezki Agushadi menuturkan rata-rata para konsumen mengaku dirugikan karena pulsa mereka tersedot tiba-tiba setelah mendapatkan SMS yang mencurigakan. Hal itu, kata dia, menjebak konsumen karena merugikan secara materil.
“Kalau kami mensinyalir bisa jadi ada dugaan kerjasama dengan pihak operator dan provider, mana bisa masuk ke ponsel kalau tidak ada kerjasama,” tegasnya di lokasi, Kamis (06/10/11).
Salah satu daftar pengaduan rata-rata bertuliskan ‘Pulsa saya kesedot setelah dsat SMS yang isinya tawaran game’.
Kemudian ada pula yang menulis, ‘Pulsa saya hilang tiba-tiba setelah saya dapat NSP, katanya gratis, tapi kok hilang’.
Paling tinggi, masyarakat mengalami pencurian pulsa Rp 25 ribu karena konten tawaran game. Dan paling rendah Rp 3 ribu untuk NSP.
Sedikitnya sudah lebih dari 150 masyarakat yang mengadu di posko tersebut. Rata-rata konsumen mengalami pencurian pulsa untuk semua operator selular.
Koordinator Posko Pengaduan Pencurian Pulsa di Cimanggis, Depok, Rezki Agushadi menuturkan rata-rata para konsumen mengaku dirugikan karena pulsa mereka tersedot tiba-tiba setelah mendapatkan SMS yang mencurigakan. Hal itu, kata dia, menjebak konsumen karena merugikan secara materil.
“Kalau kami mensinyalir bisa jadi ada dugaan kerjasama dengan pihak operator dan provider, mana bisa masuk ke ponsel kalau tidak ada kerjasama,” tegasnya di lokasi, Kamis (06/10/11).
Salah satu daftar pengaduan rata-rata bertuliskan ‘Pulsa saya kesedot setelah dsat SMS yang isinya tawaran game’.
Kemudian ada pula yang menulis, ‘Pulsa saya hilang tiba-tiba setelah saya dapat NSP, katanya gratis, tapi kok hilang’.
Paling tinggi, masyarakat mengalami pencurian pulsa Rp 25 ribu karena konten tawaran game. Dan paling rendah Rp 3 ribu untuk NSP.
Sumber Kompas :
Pengaduan pelanggan nomor telepon seluler yang dicuri pulsanya semakin banyak. Hingga Senin (3/10), Posko Pengaduan Pencurian Pulsa yang didirikan Lingkar Studi Mahasiswa Jakarta menerima lebih dari 400 laporan.
Sebelumnya, mereka membuka posko di depan kantor pusat tiga operator telepon seluler, yaitu XL, Indosat, dan Telkomsel. Pengaduan yang masuk menyebutkan, pulsa pelanggan tersedot setelah menerima pesan singkat (SMS) berisi tawaran konten, kuis, undian, atau bonus. Mereka mengaku resah dan tak tahu lagi harus melapor ke mana agar pulsa yang diisi ulang tidak disedot lagi oleh operator nomor premium.
”Keluhan yang masuk hari ini sama dengan keluhan-keluhan sebelumnya. Para pelanggan kebingungan. Mereka merasa tidak berlangganan konten apa-apa, tetapi pulsa terus berkurang,” kata Al Akbar Rahmadillah, Ketua Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Jakarta.
Sebagian besar pelanggan menerima SMS dari nomor empat digit yang memberi tahu pelanggan mendapat bonus atau hadiah. Pelanggan diminta mengecek di kode tertentu untuk mengklaim bonus atau hadiahnya. Setelah kode dicek, mereka akan sering menerima SMS dan pulsa langsung terpotong Rp 1.000 atau Rp 2.000. Misalnya, SMS yang diterima Yudhistira, karyawan swasta, dari nomor 27672 berisi ”Xpressive SMS Bonus. Kamu terpilih buat dptin UANG 3 JUTA, BB ONYX & Pulsa 50rb! Hub *123*2767# utk ambil kesempatanmu skrg! GRATIS WALLPAPER Romantis! 5rb/bln”.
Setelah mengumpulkan pengaduan dari masyarakat, Lisuma berencana melaporkan hal tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa ini, sekaligus berunjuk rasa.
Kepala Pusat Informasi dan Humas pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto menuturkan, regulasi untuk melindungi pengguna layanan telekomunikasi antara lain Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, yang mengatur operator memberikan ganti rugi kepada pelanggan, dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2009 tentang Pelayanan Jasa Pesan Premium.
Menurut Gatot, penyedotan pulsa melanggar Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2009. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia sudah membuat call center untuk semua operator di nomor 159 mulai 26 Juli. Keluhan yang masuk akan dilaporkan kepada operator. Operator diminta aktif memblokir nomor-nomor yang dikeluhkan masyarakat.
Sementara itu, aparat Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya bertemu dua operator telepon seluler terkait merebaknya pemberitaan dugaan pencurian pulsa milik pelanggan. Walaupun menyatakan tidak mungkin operator melakukan pencurian pulsa, polisi dan operator berharap masyarakat melapor jika mengalaminya.
Argumentasi Head of Corporate Communication Excelcomindo (XL) Febriati Nadira, ”Untuk SMS konten tertentu yang disediakan mitra kami, tidak mungkin ada penipuan ke pelanggan. Kontennya malah, antara lain, soal ceramah dan pendidikan. Kami berusaha keras supaya konten yang disampaikan juga baik, tidak menipu, atau menguras pulsa.”
Jika pelanggan mengeluhkan sampai dikirimi SMS penipuan, kata Nadira, hal itu sulit diatasi. Pelanggan tetap dapat menyampaikan protes ke layanan pelanggan untuk ditindaklanjuti.
General Manager Corporate Communication Esia Aurelius Noorman menegaskan, konten resmi tak akan menyedot pulsa.
”Kami mengawasi mitra kami dengan ketat. Apabila kerja mereka buruk, nama baik operator tercoreng. Jika ada aduan dari pelanggan, tentu akan kami selidiki, bahkan kami putus kontrak dengan mitra itu,” katanya.
Sebelumnya, mereka membuka posko di depan kantor pusat tiga operator telepon seluler, yaitu XL, Indosat, dan Telkomsel. Pengaduan yang masuk menyebutkan, pulsa pelanggan tersedot setelah menerima pesan singkat (SMS) berisi tawaran konten, kuis, undian, atau bonus. Mereka mengaku resah dan tak tahu lagi harus melapor ke mana agar pulsa yang diisi ulang tidak disedot lagi oleh operator nomor premium.
”Keluhan yang masuk hari ini sama dengan keluhan-keluhan sebelumnya. Para pelanggan kebingungan. Mereka merasa tidak berlangganan konten apa-apa, tetapi pulsa terus berkurang,” kata Al Akbar Rahmadillah, Ketua Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Jakarta.
Sebagian besar pelanggan menerima SMS dari nomor empat digit yang memberi tahu pelanggan mendapat bonus atau hadiah. Pelanggan diminta mengecek di kode tertentu untuk mengklaim bonus atau hadiahnya. Setelah kode dicek, mereka akan sering menerima SMS dan pulsa langsung terpotong Rp 1.000 atau Rp 2.000. Misalnya, SMS yang diterima Yudhistira, karyawan swasta, dari nomor 27672 berisi ”Xpressive SMS Bonus. Kamu terpilih buat dptin UANG 3 JUTA, BB ONYX & Pulsa 50rb! Hub *123*2767# utk ambil kesempatanmu skrg! GRATIS WALLPAPER Romantis! 5rb/bln”.
Setelah mengumpulkan pengaduan dari masyarakat, Lisuma berencana melaporkan hal tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa ini, sekaligus berunjuk rasa.
Kepala Pusat Informasi dan Humas pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto menuturkan, regulasi untuk melindungi pengguna layanan telekomunikasi antara lain Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, yang mengatur operator memberikan ganti rugi kepada pelanggan, dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2009 tentang Pelayanan Jasa Pesan Premium.
Menurut Gatot, penyedotan pulsa melanggar Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2009. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia sudah membuat call center untuk semua operator di nomor 159 mulai 26 Juli. Keluhan yang masuk akan dilaporkan kepada operator. Operator diminta aktif memblokir nomor-nomor yang dikeluhkan masyarakat.
Sementara itu, aparat Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya bertemu dua operator telepon seluler terkait merebaknya pemberitaan dugaan pencurian pulsa milik pelanggan. Walaupun menyatakan tidak mungkin operator melakukan pencurian pulsa, polisi dan operator berharap masyarakat melapor jika mengalaminya.
Argumentasi Head of Corporate Communication Excelcomindo (XL) Febriati Nadira, ”Untuk SMS konten tertentu yang disediakan mitra kami, tidak mungkin ada penipuan ke pelanggan. Kontennya malah, antara lain, soal ceramah dan pendidikan. Kami berusaha keras supaya konten yang disampaikan juga baik, tidak menipu, atau menguras pulsa.”
Jika pelanggan mengeluhkan sampai dikirimi SMS penipuan, kata Nadira, hal itu sulit diatasi. Pelanggan tetap dapat menyampaikan protes ke layanan pelanggan untuk ditindaklanjuti.
General Manager Corporate Communication Esia Aurelius Noorman menegaskan, konten resmi tak akan menyedot pulsa.
”Kami mengawasi mitra kami dengan ketat. Apabila kerja mereka buruk, nama baik operator tercoreng. Jika ada aduan dari pelanggan, tentu akan kami selidiki, bahkan kami putus kontrak dengan mitra itu,” katanya.
Angelina Jolie: Model Sampul Vanity Fair Oktober 2011
HOLLYWOOD, AMERIKA SERIKAT,- Sampul Majalah Vanity Fair Edisi Oktober 2011 menampilkan artis top Amerika Serikat, yaitu Angelina Jolie. Pengerjaan sampul majalah tersebut dilakukan oleh seorang fotografer, yaitu Mert dan Marcus.
Pengerjaan foto dari artis berusia 36 tahun itu terlihat sempurna dan cantik dalam tampilan foto close-up dengan rambut yang diarahkan ke belakang.
Di dalam majalah tersebut, Angelina berpose bersama dua dari 6 anaknya - anak-anak perempuan bernama Zahara dan Vivienne.
Di dalam majalah itu juga, Ibu dari keenam anak tersebut berbicara banyak hal dan ia juga menepis berbagai anggapan tentang pernikahan yang dirahasiakan dan kehamilannya. `Tidak ada pernikahan yang dirahasiakan. Saya tidak hamil dan saya tidak mengadopsi anak pada saat sekarang.`

Biar bagaimanapun, Angelina Jolie masih terlihat cantik dan ia juga punya sifat penyayang terhadap anak-anaknya.
Silakan dicek tampilan isi terbaru Vanity Fair edisi Oktober 2011 yang memuat berita-berita tentang Angelina Jolie
Warga Lihat Polisi Injak Perut Pelajar
Sampang - Kasat Lantas Polres Sampang AKP Mariyatun membantah adanya pemukulan dua polisi terhadap siswa SMAN 2 Sampang. Hanya saja, beberapa saksi lain bersikukuh bahwa penganiayaan memang benar terjadi.
Seorang warga yang tidak berani namanya disebutkan mengaku, dia melihat langsung peristiwa penganiayaan tersebut. Dia memaparkan, polisi menendang dua siswa hingga terjatuh dari motornya. Setelah jatuh, mereka dipukul pada bagian kepala. Bahkan, badannya sempat diinjak.
"Padahal sudah naik becak, polisi itu masih saja menempeleng pelajar itu," tuturnya, Rabu (5/10/2011).
Pengakuan hampir serupa disampaian oleh Marhamah (45), saksi mata yang biasa berdagang kaki lima di terminal Sampang. Menurutnya, polisi tidak hanya menganiaya tetapi juga melayangkan surat tilang (bukti pelanggaran).
"Setelah dipukuli, polisi itu tetap menilang. Kasihan saya melihatnya," ujar Marhamah.
Waki (49), penjaga terminal menambahkan, polisi tidak hanya memukul tetapi juga menginjak badan korban. "Setelah ditempelang, pelajar itu jatuh dari motornya, selanjutnya perut pelajar itu diinjak," katanya.
Informasi lain yang berhasil dihimpun beritajatim.com, dua polisi yang diduga melakukan pemukulan tersebut belum dipanggil atau diperiksa pihak terkait.
Sekadar diketahui, kejadian pemukulan itu bermula saat 2 siswa, masing-masing Nasir dan Hadi, hendak berangkat sekolah. Karena Hadi tidak menggunakan helm, dua polisi mengejarnya. Sesampainya di terminal, polisi langsung menendang motor hingga 2 siswa tersebut terjatuh dan dipukul. Sontak kejadian tersebut menarik perhatian warga di sekitar terminal. Karena Nasir mengalami luka hingga berdarah, dia akhirnya dilarikan langsung ke RSUD Sampang
sumber: beritajatim.com
CASA Aircraft Accident Chronology
CASA 212-200 aircraft owned by airlines Air Buana Nusantara (NBA) who flew from Polonia Airport, Medan, Kutacane Airport, Banda Aceh, should arrive safely on Thursday, September 29, 2011 at 07:28.
However, the plane crashed and into the hills of Gunung Leuser National Park, Bahorok, Langkat, North Sumatra. All the passengers and flight crew declared dead on the spot.
Safety Manager NBA robur AD Rizalianto revealed, the communication between airport officials and pilots Fahmy Ishak only occur until the plane took off. After that, cut off communication with the pilot.
"Communication with the pilot airport (Polonia) also occurs only during takeoff. After that, the airport asked the pilot to contact the destination airport in Kutacane, but eventually lost, "said robur, Sunday (10/02/2011), when met at the NBA office, Jakarta.
He added that the plane made in 1989 was scheduled to depart at 07.00 from Polonia Airport, Medan. However, the departure of the aircraft was forced to be delayed toward the airport at 7:28 Kutacane, Banda Aceh. The trip is estimated to take about 35 minutes. The plane was scheduled to arrive at the airport at around 08:03 Kutacane.
"But until that hour is not also arrived on the scene. We contact nobody answered. Because the goal to Banda Aceh, we think they've come right away or may not be able to hear, "said robur.
NBA airline management was awaiting the arrival of the plane until 9:10 am while trying to contact the pilot. However, the effort was also unsuccessful. "We tried to call over the radio. Nothing ever answered, "said robur.
Finally, at 9:30, NBA management also announced that the plane was missing and started to do the search.
"At about 12:00 the known location. Coordinates how. At that time we also send logistical, who knows there are survivors, "said robur.
However, the evacuation process still can be done because of heavy rain. "We decided for the next day," he added.
However, for days at a joint search and rescue team from Basarnas, Paskhas Air Force, and the Mobile Brigade unable to evacuate the bodies from the wreckage caught in a tree trunk with the front and the wings were destroyed. Difficult terrain and bad weather with strong winds make the effort to evacuate nearly deadlocked.
Sunday (10/02/2011) the evacuation of bodies finally got done. Evacuation is carried out gradually managed to get around the victim's body comprising 14 passengers and four crew.
Sources: Kompas.com
.
Langganan:
Komentar (Atom)










